Doa Mengawali Brata

Sebenarnya banyak mantra dalam Catur Weda Samhita yang bisa digunakan untuk mengawali sebuah pemujaan, brata, tapa, yajna, dan sebagainya. Karena tapa brata ini adalah sebuah persembahan maka Rgweda mengajarkan agar semua persembahan, brata, tapa, dan yajna yang kita lakukan ini harus dipersembahkan kepada Tuhan dalam manifesitasiNya sebagai Agni (sekaligus sebagai Dewa Saksi).
Salah mantra dari Rgweda yang mungkin bisa digunakan untuk mengawali sebuah Brata Nyepi ini adalah mantra Rgweda VIII.11.1 berikut:
ॐ त्वमग्ने व्रतपा असि देव आ मर्त्येष्वा ।त्वं यज्ञेष्वीड्यः ॥
OṀ TWAMAGNE WRATAPĀ ASI DEWA Ā MARTYEṢWĀ, TWAṂ YAJÑEṢWĪḌYAḤ.
Terjemahan:
Om Hyang Widdhi dalam manifestasiMu sebagai Agni (twamagne), kupersembahkan brata dan tapa (wratapā) ini kepadaMu (asi), Dewa yang menjadi (dewa ā) penerang dalam kematian (martyeṣwā), karena hanya kepadaMulah (twam) pengorbanan dipersembahkan (twaṃ yajñeṣwīḍyaḥ).

Selain mantra dari Rgweda di atas, ada juga mantra dalam Yajur Weda Samhita yang bisa digunakan untuk mengawali brata. Dalam Yajur Weda (Wajasaneyi Samhita atau Sukla Yajur Weda) I.5 yang juga bisa digunakan untuk mengawali brata. Berikut bunyi mantra tersebut.
ॐ अग्ने व्रतपते व्रत व्रतञ्चरिष्यामि तच्छकेयन्तन्मे राध्यताम् । इदमहमनृतात्सत्यमुपैमि ॥
OṀ AGNE WRATAPATE WRATA WRATAÑCARIṢYĀMI TAC CHAKEYAN TANME RĀDHYATĀM, IDAM AHAM ANṚTĀT SATYAM UPAIMI
Terjemahan:
Om Hyang Widdhi dalam manifestasiMu sebagai Agni, Sang Penguasa persembahan (Agne wratapate), brata yang saya jaga dan lakukan (WRATAṀ CARIṢYĀMI) sesuai dengan konteks yang benar ini (TAC CHAKEYAN – tat caka iyam), dengan itu juga (TAN ME – tat me) akan aku penuhi (RĀDHYATĀM), sekarang (IDAM), saya (AHAM) akan menuju pada kebenaran (SATYAM) bukan ketidakbenaran (ANṚTĀT)

Jangan lupa setelah mantra di atas kita lanjutkan dengan permohonan yang berkaitan dengan tujuan kita melaksanakan brata, misalnya: Mahamrtyunjaya Mantra (dari Rgweda VII.59.12) agar kita dan alam semesta (jagad cilik-jagad gede, bhuwana alit-bhuwana agung, atau mikrokosmos-makrokosmos) bisa terlepas dari semua penderitaan.
ॐ त्र्यम्बकं यजामहे सुगन्धिं पुष्टि वर्धनम् ।
उर्वारुकमिव बन्धनान्मृत्योर्मुक्षीय मामृतात् ॥
OṀ TRYAMBAKAṀ YAJĀMAHE SUGANDHIṀ PUṢṬI WARDHANAM,
URWĀRUKAM IWA BANDHANĀN MṚTYOR MUKṢĪYA MĀMṚTĀT.
Terjemahan:
Wahai yang Bermata Tiga (TRYAMBAKAṀ), kami berkurban (YAJĀMAHE) untuk-Mu, yang harum mewangi (SUGANDHIṀ) dan Penguasa semua yang hidup dan berkembang (PUṢṬI WARDHANAM). Semoga kau keluarkan kami dari penderitaan/perbudakan (BANDHANĀT) seperti mentimun yang lepas dari batangnya (URWĀRUKAM IWA) serta bebaskan kami dari kematian (MUKṢĪYA MĀMṚTĀT).

Semua mantra untuk mengawali brata tersebut adalah benar. Jadi tidak perlu diperdebatkan. Yang terpenting adalah selama kita mengucapkan sebuah mantra kita memahami makna mantra tersebut. Artinya tidak ada yang salah dalam mantra mengawali brata ini. Yang salah adalah mereka yang hanya berdebat soal mantra mengawali brata tetapi tidak melaksanakan bratanya sendiri, wk…wk…wk.
Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan